Kembali

Harlah ke-22 Wahid Foundation dan Harlah Gus Dur Dirayakan Bersama Generasi Muda Udinus

Ditulis : Admin

Rabu, 9 September 2026

Semarang, 7 September 2026 — Hari lahir KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi momentum bagi Wahid Foundation untuk kembali menghidupkan nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur bersama generasi muda. Tahun ini, momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Harlah ke-22 Wahid Foundation.

Peringatan tersebut dirayakan bersama Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang dalam rangkaian pembukaan Dinus Inside 2026, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 3.658 mahasiswa baru Udinus.

Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid, hadir untuk berbagi pandangan mengenai nilai-nilai kepemimpinan Gus Dur kepada para mahasiswa. Menurut Yenni, kampus merupakan salah satu ruang penting untuk memperkenalkan sekaligus meneruskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.


“Nilai-nilai yang ada di Udinus ini sudah sangat luar biasa sekali ya dan saya sekadar menggenapi dengan bercerita tentang nilai-nilai Gus Dur,” ujar Yenni.


Nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur, seperti penghargaan terhadap perbedaan, kemanusiaan, demokrasi, serta keberpihakan kepada kelompok yang lemah, dinilai tetap relevan untuk dibicarakan bersama generasi muda saat ini.


Dalam kesempatan tersebut, Yenni juga mengajak mahasiswa untuk terus berpikiran terbuka dan memiliki keberanian untuk memperjuangkan kehidupan bersama yang lebih adil.


“Kita harus memastikan bahwa anak-anak muda mau tetap berpikiran terbuka, menghargai perbedaan, mau berjuang untuk kemanusiaan, punya keberanian untuk membela yang lemah, mau berjuang agar demokrasi bisa tetap ditegakkan dan mau melindungi sesama,” katanya.


Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Wahid Foundation untuk memastikan nilai-nilai Gus Dur tidak berhenti sebagai warisan pemikiran, tetapi terus dihidupkan dan diwujudkan dalam kehidupan generasi muda.


Merayakan dengan Berbagi


Perayaan Harlah Gus Dur dan Harlah ke-22 Wahid Foundation juga diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pendidikan. Bersama Udinus, Wahid Foundation menyerahkan 10 beasiswa pendidikan kepada mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.


Beasiswa tersebut diberikan kepada lima mahasiswa baru dan lima mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Udinus.


Pemberian beasiswa menjadi salah satu bentuk rasa syukur dalam momentum Harlah sekaligus upaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkembang melalui pendidikan.


“Momen ini terasa begitu spesial bagi kami, karena bertepatan dengan peringatan milad Wahid Foundation dan hari kelahiran almarhum Gus Dur. Dalam momentum penuh rasa syukur ini, kami bekerja sama dengan Udinus menyerahkan 10 beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang memang membutuhkan,” ujar Yenni.


Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu para penerima beasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam meraih cita-cita.


Meneruskan Nilai Gus Dur


Bagi Wahid Foundation, peringatan Harlah Gus Dur sekaligus Harlah ke-22 bukan sekadar momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui. Peringatan ini menjadi ruang untuk kembali mengingat nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan Gus Dur sekaligus melihat bagaimana nilai tersebut dapat terus dihidupkan dalam konteks kehidupan hari ini.


Pertemuan dengan generasi muda Udinus menjadi salah satu ruang untuk meneruskan percakapan tersebut. Di tengah perubahan sosial dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, keterbukaan terhadap perbedaan, kepedulian terhadap kemanusiaan, serta keberanian untuk menjaga demokrasi menjadi nilai yang penting untuk terus dirawat.


Harapan tersebut juga tercermin dalam pesan Yenni kepada mahasiswa Udinus.


“Semoga para mahasiswa Udinus bisa menjadi calon pemimpin masa depan yang berwawasan luas, menghargai perbedaan, peduli pada kemanusiaan, serta berani menegakkan keadilan dan toleransi,” katanya.


Bagi Wahid Foundation, bertemu dan berdialog dengan generasi muda merupakan bagian dari upaya menjaga sekaligus meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur. Dari Udinus, percakapan itu kembali dimulai bersama ribuan mahasiswa yang kelak akan mengambil peran dalam perjalanan Indonesia ke depan.

Bagikan Artikel: