Kembali

Peringatan Hari Kartini, Wahid Foundation dan SinemArt Gelar Nobar Film “Suamiku Lukaku” Angkat Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Akses Keadilan bagi Perempuan

Ditulis : Admin

Kamis, 23 April 2026

Jakarta, 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wahid Foundation bekerja sama dengan SinemArt menggelar kegiatan nonton bersama (nobar) film “Suamiku Lukaku” di Studio XXI Plaza Senayan, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kesadaran publik terhadap kekerasan berbasis gender, khususnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta pentingnya akses keadilan bagi perempuan.

Managing Director Wahid Foundation, Siti Kholisoh, menyampaikan bahwa kolaborasi ini dilandasi oleh kesamaan nilai dalam menolak segala bentuk kekerasan.

“Wahid Foundation memiliki komitmen zero tolerance terhadap kekerasan berbasis gender maupun segala bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi di dalam rumah tangga. Kolaborasi ini juga didasari kesamaan nilai dengan SinemArt dalam menghadirkan narasi yang mendorong kesadaran publik terhadap isu kekerasan,” ujar Siti Kholisoh.

Ia menambahkan, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan KDRT adalah masih rendahnya keberanian korban untuk melapor. Banyak korban terjebak dalam tekanan sosial, stigma, serta relasi kuasa yang timpang. Di sisi lain, pelaku kerap mengulangi kekerasan dan bersembunyi di balik legitimasi doktrin agama, sosial, maupun budaya.

“Korban sering kali tidak berani melapor, sementara pelaku terus mengulangi tindakan kekerasan dan membungkusnya dengan pembenaran yang keliru. Melalui film ini, masyarakat dapat belajar mengenali bentuk-bentuk kekerasan serta memahami langkah yang dapat diambil ketika menjadi korban atau menyaksikan kekerasan di sekitar,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pegiat isu perempuan, organisasi masyarakat sipil, hingga masyarakat umum. Nobar ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi yang mendorong empati, keberanian untuk bersuara, serta dukungan terhadap korban dalam mengakses keadilan.

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Bagikan Artikel: