Kembali

Perempuan dan Warga Desa di Poso Bangun Ruang Dialog dan Kepercayaan Lintas Komunitas

Ditulis : Admin

Rabu, 29 April 2026

Poso, 28 April 2026 — Pengalaman membangun kepercayaan lintas komunitas menjadi salah satu pembelajaran penting yang mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) “Kompilasi Praktik Baik dan Pembelajaran Pelaksanaan Program Tahun 2025 di Kabupaten Poso” yang diselenggarakan Wahid Foundation bersama Libu Perempuan di Hotel Ancyra, Kabupaten Poso.

 

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, tokoh masyarakat, media, serta perwakilan masyarakat dari sejumlah desa dampingan program Desa Damai di Kabupaten Poso.

 

Dalam sesi diskusi, sejumlah perempuan dan anggota forum masyarakat membagikan pengalaman mereka dalam membangun relasi sosial dan ruang dialog lintas komunitas melalui berbagai kegiatan berbasis masyarakat yang berlangsung di tingkat desa.

 

Salah satu peserta dari Desa Sepe mengaku awalnya memiliki kekhawatiran untuk berinteraksi dengan masyarakat dari wilayah lain karena adanya prasangka dan jarak sosial yang telah berlangsung cukup lama. Namun melalui proses dialog dan perjumpaan yang difasilitasi program, pandangannya mulai berubah.

 

“Ketika mulai saling mengenal dan bertemu langsung, kami belajar bahwa prasangka tidak selalu benar. Dari situ rasa percaya perlahan tumbuh,” ujarnya.

 

Menurutnya, ruang-ruang perjumpaan yang dibangun melalui kegiatan komunitas membantu masyarakat membuka diri, mengurangi prasangka, dan memperkuat rasa saling percaya antarwarga.

 

Hal serupa juga disampaikan peserta lainnya yang menilai program ini membantu masyarakat memperkuat kembali relasi sosial dan rasa kebersamaan di tingkat komunitas.

 

“Sekarang masyarakat mulai lebih terbuka untuk saling mengunjungi, bekerja bersama, dan hadir dalam kegiatan sosial maupun budaya. Hubungan antarwarga menjadi jauh lebih baik,” katanya.

 

Selain memperkuat kohesi sosial, program ini juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan di desa. Berbagai kegiatan penguatan kapasitas, dialog komunitas, hingga pelibatan perempuan dalam forum masyarakat dinilai mulai membawa perubahan positif di tingkat lokal.

 

Perwakilan pemerintah desa menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial dan forum desa semakin meningkat sejak adanya program Desa Damai.

 

“Perempuan mulai terlibat aktif dalam berbagai kegiatan desa, termasuk usaha ekonomi kecil dan forum-forum masyarakat. Ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat peran perempuan di desa,” ujarnya.

 

Sementara itu, peserta lainnya menilai pendekatan berbasis empati dan kepedulian sosial menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

 

“Kalau diri sendiri belum damai, akan sulit menjadi agen perdamaian untuk orang lain. Karena itu kami belajar saling menguatkan dan merangkul,” katanya.

 

Sepanjang 2025, program di Kabupaten Poso telah menjalankan berbagai kegiatan seperti dialog komunitas, kampanye publik, penguatan kapasitas kelompok perempuan, serta penguatan forum masyarakat di sejumlah desa dampingan.

 

Melalui forum ini, masyarakat berharap ruang dialog lintas komunitas dapat terus diperkuat agar kepercayaan sosial, solidaritas warga, dan budaya damai semakin tumbuh di Kabupaten Poso.

 

Wahid Foundation dan Libu Perempuan berharap praktik-praktik baik yang lahir dari pengalaman masyarakat dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat perdamaian, toleransi, dan ketahanan sosial berbasis komunitas di berbagai daerah lainnya.

Bagikan Artikel: