1. Publikasi     →
  2. Protokol Pencegahan Intoleransi di Sekolah

Protokol Pencegahan Intoleransi di Sekolah

Untuk mencegah intoleransi dan ekstremisme kekerasan, Wahid Foundation mengembangkan Sekolah Damai yang berjalan sejak 2017. Program ini melibatkan 60 sekolah di empat provinsi di Indonesia: Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Program memilih 15 sekolah setingkat SMA negeri dan swasta setiap provinsi, melibatkan 60 kepala sekolah, 60 pendidik, 60 manajemen sekolah, 150 peserta didik, dan 49 pemangku kepentingan lainnya. Dari 60 sekolah, 20 sekolah dipilih sebagai proyek percontohan. Sekolah Damai berbasis tiga pilar yang harus ada: kebijakan, praktik toleransi dan perdamaian, dan pengelolaan organisasi siswa (Marbawi et al., 2019). Dengan pertimbangan berlimpahnya pranata kebijakan dan program-program di sekolah, kebijakan pencegahan intoleransi di sekolah dinilai tidak memerlukan sesuatu yang baru. Cukup mengembangkan pranata yang sudah ada dengan sejumlah penyesuaian. Misalnya, menggunakan payung Permendikbud 82 tahun 2015 dan Permen PP dan PA Nomor 08 tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak (Wahid Foundation, 2020).  


Selengkapnya download Protokol Pencegahan Intoleransi di Sekolah

 

ASSOCIATED WITH