1. Publikasi     →
  2. Modul Pelatihan Pengambil Kebijakan Desa…

Modul Pelatihan Pengambil Kebijakan Desa Damai

Meluasnya pengaruh paham radikal dna terorisme ini kemudian mengarahkan pada upaya untuk mendifinisikan kembali konsep dan kebijakan keamanan. Radikalisme dan terorisme dianggap sebagai ancaman kemanan baru. Dalam pandangan tradisional, potensi gangguan keamanan dibatasi pada aspek militer. Pandangan ini kemudian dikoreksi dengan pemikiran non-tradisional yang memasukkan kategori ancaman keamanan non militer, dengan berpusat pada manusia.

Konsep yang kemudian dikenal dengan isitilah “Keamanan manusia,” tersebut pada prinsipnya ingin menjadikan manusia sebagai titik rujukan dan fokus utama. Melalui General Assembly resolution 66/290 pada 10 September 2012, kemudian UN menjadikan human security sebagai pendekatan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan kehidupan yang multidimensi dan lintas sektor dengan berpegang pada prinsip pengarustamaan hak individu untuk hidup secara bebas dan bermartabat dan bebas dari rasa takut. (UNTFHS, 2016).

Dengan berpedoman pada prinsip keamanan insani tersebut, ditambah dengan prinsip keadilan gender dan dalam kerangka 9 nilai Gus Dur, Modul pelatihan ini pada dasarnya memimiliki tujuan untuk mengembangkan kapasitas para pengambil kebijakan di tingkat desa dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, intoleransi dan ekstremisme kekerasan.

Secara berurutan, modul ini disusun mengikuti empat alur utama. Masa pengenalan yang fokus pada upaya menbangun rasa saling percaya dan mengumpulkan harapan peserta dan menyusun kesepakatan bersama merupakan alur pertama dalam modul ini. Adapun alur kedua fokus pada penguatan perspektif para pemangku kepentingan di tingkat desa dengan wawasan terkait intoleransi dan ekstremisme dan 9 nilai utama Gus Dur. Semetara alur ketiga akan lebih fokus pada penguatan pengetahuan dan ketrampilan terkait Hak Asasi Manusia, kemananan insani, perlindungan pemberdayaan perempuan dan anak. Sedangkan alur keempat lebih fokus pada penyusunan rencana para pemangku kepentingan di tingkat desa dalam menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang didapat.

Secara spesifik alur terakhir diarahkan pada upaya untuk mengidentifikasi sumber daya di Desa/Kelurahan untuk pencegahan dan penanganan intoleransi dan ekstremisme kekerasan di Desa Damai dengan pendekatan keamanan insani dan pemberdayaan perempuan. Selain itu, peserta juga diarahkan untuk merumusan mekanisme pelaksanaannya dalam konteks kebijakan desa.

Download Modul Pelatihan Pengambil Kebijakan Desa Damai

ASSOCIATED WITH