Artikel

23 Januari 2017 | 10.23 WIB

Aswaja, NKRI dan Mitos Mayoritas

Islam Ahlussunnah wal-Jama'ah (selanjutnya: Aswaja) an-nahdliyah adalah batang tubuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Membayangkan berdirinya NKRI dengan tidak menempatkan Aswaja sebagai softwarenya adalah hal mustahil. Para pendiri NU dan juga para pendiri negeri ini adalah orang yang sama. Dalam pandangan mereka, keindonesiaan tidaklah bertentangan… | Selengkapnya

18 Januari 2017 | 08.37 WIB

Jilbab Bukan Hanya Selembar Kain

Beberapa waktu lalu beredar video pendek tentang percobaan sederhana terkait jilbab di media sosial. Pada adegan pertama seseorang perempuan memakai blus pendek dan celana panjang melewati jalan di mana di pinggaran jalan segerombol laki-laki duduk santai. Demi melihat perempuan ini, mereka bangkit dan segera menggoda.… | Selengkapnya

13 Januari 2017 | 13.56 WIB

Poligami Bukan Tradisi Islam

Poligami bukan praktik yang dilahirkan Islam. Islam tidak menginisiasi perkawinan Poligami. Jauh sebelum Islam datang tradisi poligami telah menjadi salah satu bentuk praktik peradaban patriarkhis di seluruh dunia. Peradaban patriarkhi adalah peradaban yang memposisikan laki-laki sebagai aktor yang memiliki hak menentukan seluruh aspek kehidupan social… | Selengkapnya

09 Januari 2017 | 10.24 WIB

Meragukan Nasionalisme Santri

Banyak orang beranggapan bahwa santri melupakan nasionalisme. Mereka beranggapan seperti itu mengingat dalam keseharian di pesantren, para santri hanya bergelut dengan kitab kuning, baik itu dalam musyawarah, sorogan maupun bandongan saja. Namun, hal itu terbantahkan pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke… | Selengkapnya

23 Desember 2016 | 10.32 WIB

Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan

Abu Hurairah bergabung bersama Rasulullah di Madinah tahun ketujuh hijriah dan hanya bersama Rasul dalam periode sekitar 3 tahun sebelum wafatnya Rasulullah. Dalam periode yang relatif singkat tersebut, Abu Hurairah, menurut catatan Imam Dzahabi, telah meriwayatkan 5.374 hadits. Sejumlah pihak membandingkannya dengan Siti Aisyah (2.210… | Selengkapnya

19 Desember 2016 | 10.03 WIB

Paradigma Pancasila dalam Tafsir Al-Qur'an

Sudah sepatutnya memahami teks Al-Qur’an harus mempertimbangkan konteks, baik di mana Al-Qur’an diturunkan maupun ruang di mana Al-Qur’an akan diaplikasikan. Hal ini meniscayakan untuk tidak buta terhadap konteks dan realitas sosial yang dihadapi.    Mengapa demikian? Sebuah penafsiran tidak mungkin memberi perubahan tanpa melibatkan konteks… | Selengkapnya

16 Desember 2016 | 10.00 WIB

Hoax di Media. Bagaimana Umat Islam Harus Bersikap?

Salah satu penyebab perpecahan umat yang sudah sangat mengkhawatirkan hari ini adalah penerimaan (tanpa kritis) seseorang atas ucapan atau berita dari orang lain. Dimana berita tersebut memicu perselisihan. Berapa banyak kerugian yang dihasilkan dari sebuah berita (bohong) yang pada akhirnya melahirkan penyesalan. Berapa banyak berita… | Selengkapnya

28 November 2016 | 10.12 WIB

Apakah Teroris Punya Agama?

Aksi ekstrimisme yang melanda di Jordan, Istanbul, Bangladesh, Baghdad, Madinah, dan Solo dalam sebulan terakhir membuat mayoritas orang Islam selalu denial bilang kalau "terrorism has no religion" atau Islam tidak mengajarkan kekerasan, dan bahkan yang lebih menyedihkan lagi ada yang bilang kalau terorisme adalah konspirasi… | Selengkapnya

25 November 2016 | 10.17 WIB

Tahlil Sebagai Penangkal Fundamentalisme

Di kalangan nahdliyyin, salah satu ritus yang paling populer adalah apa yang disebut dengan tahlil. Secara harafiah, arti tahlil sebetulnya sangat sederhana — membaca la ilaha illa-l-Lah (tiada Tuhan kecuali Allah). Dalam perkembangannya, apalagi dalam konteks Indonesia, istilah ini memiliki makna yang tak sederhana lagi.… | Selengkapnya

PARTNERSHIP