1. Artikel     →
  2. Wahid Foundation: Wanita dan Anak…

Wahid Foundation: Wanita dan Anak Jadi Target Radikalisme

Jakarta - Konsultan Wahid Foundation untuk penyusunan rekomendasi Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3A-KS), Yulianti Muthmainnah mengatakan sudah saatnya ada regulasi yang kuat untuk menberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang kini sudah menjadi target radikalisme dan intoleransi di Indonesia.

"Kalau dari amanat RAN P3A-KS ini kan bagaimana perempuan itu menjadi pilar utama. Jadi dia tidak hanya sebagai subjek tapi juga sebagai objek untuk pencegahan dan penanganan konflik yang melibatkan perempuan dan anak," kata Yulianti ketika diwawancarai usai kegiatan diskusi dan sosialisasi rekomendasi RAN P3A-KS di Hotel All Seasons Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Kemudian ditemui secara terpisah, Program Officer Advokasi dan Riset Wahid Foundation Alamsyah M Dja'far menjelaskan bahwa memang sejauh ini perempaun sudah menjadi target jaringan kelompok radikal dan intoleran. 

Bahkan disampaikan Alamsyah, temuan dari riset yang dilakukan Wahid Foundation (WF) sendiri ataupun riset lembaga riset lainnya, banyak sekali peningkatan trand perempuan terlibat dalam kasus radikalisme dan intoleransi itu sendiri.

"Berdasarkan sejumlah hasil riset, kita menemukan bahwa ada peningkatan trand dimana perempuan terlibat di dalam aksi-aksi radikal, seperti kasus bom panci dan laporan-laporan dari sejumlah lembaga riset," kata Alamsyah.

Dalam kasus bom panci yang disinggung Alamsyah tersebut adalah adanya pengantin alias pelaku bom bunuh diri yang nyaris meledakkan diri di Istana Merdeka tahun lalu yang bernama Dian Yulia Novi.

Ini pun diterangkan Alamsyah sesuai dengan hasil temuan riset dari Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang dibukukan dengan judul "Mothers to Bombers" yang dirilis pada 31 Januari 2017 lalu.

"Kita tahu temuan riset IPAC yang kemudian dibukukan bejudul Mothers to Bombers. Memang ditemukan tand bahwa banyak perempuan yang direkrut dan siap menjadi pengantin (pelaku bom bunuh diri)," kata Alamsyah.

Untuk itulah, Wahid Foundation membuat sebuah rekomendasi RAN P3A-KS untuk dijadikan modal pemerintah melahirkan kebijakan-kebijakan yang dapat menaungi berbagai persoalan yang ditemukan khususnya untuk kalangan perempuan dan anak.

Dalam rekomendasi secara umum, Wahid Foundation berupaya untuk mendorong agar pemerintah bersedia menyusun strategi, program dan indikator terkait dengan tipologi konflik yang bersumber dari perseteruan antar umat beragama.

 

Teks: Ibnu

Foto: Arief

PARTNERSHIP