1. Artikel     →
  2. Wahid Foundation: Konflik Disusupi Isu…

Wahid Foundation: Konflik Disusupi Isu Agama Jadi "Mantab Mak Nyos!"

Jakarta - Penyusun rekomendasi RAN P3A-KS Wahid Foundation (WF), Yulianti Muthmainnah mengatakan bahwa berbagai konflik yang ada akan jauh lebih menggemparkan ketika disusupi dengan isu agama di dalamnya.

"Banyak persoalan dan konflik yang pernah terjadi di Indonesia. Mulai dari era revolusi sampai pasca reformasi, baik konflik ekonomi dan lain sebagainya. Akan tetapi kalau konflik itu dibungkus dengan isu agama, maka hasilnya adalah mantab mak nyos," kata Yulianti dalam Sosialisasi RAN P3A-KS di Hotel Royal Padjadjaran, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11/2017).

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk terbesar di dunia dan merupakan kumpulan dari berbagai perbedaan, baik dari keberagaman suku, bahasa, RAS dan agama ternyata menyimpang potensi konflik yang sangat besar.

Dari potensi besar tersebut itulah, yang menjadi salah satu dasar mengapa Wahid Foundation mendorong rekomendasi RAN P3A-KS tersebut. "Indonesia berpenduduk terbesar di dunia, banyak suku dan banyak ragam agama yang diakui dunia. Itu potensi besar memunculkan konflik sosial," terangnya.

Namun Yulianti mengatakan jika rekomendasi tersebut masih butuh proses perbaikan sehingga dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan. "Rekomendasi ini sebetulnya masih perlu perbaikan-perbaikan dari masukan-masukan bapak dan ibu semuanya, sehingga bisa disempurnakan," tuturnya.

Sebanyak 50 orang hadir dalam sosialisasi dan rekomendasi RAN P3A-KS tersebut. Mereka berasal dari masyarakat Depok dan Bogor, pemerintah kota Bogor hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan perwakilan umat beragama.

Mereka tampak antusias mendengarkan pemaparan dari para pemateri baik dari Pemprov Jawa Barat yang dihadiri oleh (Plt) Kepala Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jabar sekaligus sebagai Kepala Dinas Pertahanan Pangan dan Peternakan, Dewi Santika. Serta Asdep PHP Pada Situasi Darurat dan Kondisi Khusus di Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Nyimas Aliyah. (*)

 

Teks: Ibnu

Foto: Arief

PARTNERSHIP