1. Artikel     →
  2. Wahid Foundation Gencarkan Kampanye Pluralisme…

Wahid Foundation Gencarkan Kampanye Pluralisme di Poso

POSO, WAHID FOUNDATION – Akhir Maret lalu terjadi penangkapan empat orang anak muda berusia antara 15 hingga 20 tahun atas dugaan bergabung dengan kelompok islam radikal dan komitmennya untuk melakukan tindakan teror di Poso. Selain menjadi bukti kesigapan aparat keamanan di Poso, namun penangkapan ini juga menjadi bukti akan tingginya angka radikalisme di kota tersebut. Terlebih, pelaku kekerasan atas nama agama ini adalah pemuda di bawah 20 tahun yang seharusnya menjadi generasi intelektual dan memiliki moral kebangsaan yang tinggi, namun justeru menjadi aktor pemecah pluralisme dan kebinekaan.

Fakta ini mendorong Wahid Foundation melakukan kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Poso dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso untuk menggelar kegiatan dialog bertajuk “Islam dan Kebinekaan” untuk kalangan anak muda, pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Poso.

Dialog yang  diselenggarakan pada 20 April 2017 ini bertujuan memberi pengetahuan dan pemahaman tentang toleransi dan kebinekaan serta pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin. Acara ini juga dihadiri kurang lebih 30 orang peserta yang mewakili pelaja, mahasiswa dan pemuda di Poso, antara lain mahasiswa STAI Poso dan Universitas Sintuwu Maroso Poso, Pelajar SMU Negeri 1 Poso, Madrasah Aliyah Alkahairaat Poso, Madrasah Aliyah Al-ikhlas Poso, Anak Muda Komunitas Poso Babaca, Anak Muda Komunitas Gusdurian, Anak muda Komunitas Baca Teras Topelinja, Anak Muda Gen Peace dan Anak Muda Komunitas Vector Venom.

Seorang tokoh Nahdhatul Ulama di Poso Ustadz Sutami Idris M.PdI yang didapuk sebagai pemateri pada diskusi  ini menyampaikan pentingnya menghargai perbedaan. Dalam hal ini Ustad Sutami juga mengutip Q.S Al-Hujurat ayat 13, yang artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ustad Sutami menegaskan bahwa wajah Islam tergantung pemeluknya atau pembawanya. Artinya jika pemeluknya tidak membawakan Islam denganwajah yang Rahmatan Lil Alamain maka wajah Islam akan menjadi wajah yang buruk. “Agama dan pemeluknya itu adalah dua hal yang terpisah, sehingga keburukan yang diakukan oleh pemeuk Islam itu bukanlah cerminan Islam, karena Islam sejatinya adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan,” jelasnya.

Komitmen dan Apresiasi Wahid Foundatin untuk Poso

Dialog yang dilaksanankan di Musola Kampus STAI Poso ini diakhiri dengan penutupan dari Field Officer Wahid Foundation untuk wilayah Poso, Nur Tahumil. Dalam kalimat penutupnya Nur menyampaikan komitmen Wahid Foundation untuk terus melakukan kerja-kerja sosial untuk menyebar-luaskan pesan perdamaian sebagaimana yang dicita-citakan oleh Gus Dur. Ia juga berharap bahwa dialog serupa akan dilaksanakan secara rutin dan berkala di Kabupaten Poso.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari LP2M STAI Poso terhadap dialog ini, dengan melibat-sertakan mahasiswa dan menganggap kehadiran mahasiswa sebagai pengganti presensi di dalam kelas perkuliahan.

“Wahid Foundation sangat mengapresiasi LP2M STAI Poso dalam kerja sama terlaksananya dialog terbatas ini, karena sebagian besar peserta yang terlibat adalah mahasiswa STAI yang seharusnya hadir dalam kelas dengan dua mata kuliah berbeda namun dialihkan ke dalam dialog ini,” pungkas Nur.

Ahmad Rozali

PARTNERSHIP