1. Artikel     →
  2. Ulama NU: Hatespeech Hukumnya Haram

Ulama NU: Hatespeech Hukumnya Haram

MATARAM, WAHID FOUNDATION – Ratusan ulama Nahdlatul Ulama mengeluarkan fatwa bahwa haram atas perilaku ujaran kebencian. Sebab ujaran kebencian bertentangan dengan nilai Islam yang menganjurkan umatnya untuk menjaga harkat dan martabat sesama manusia.

Keharaman ujaran kebencian bersifat mutlak walaupun ujaran kebencian ini digunakan, bahkan, dalam rangka menyebarkan kebaikan atau berdakwah. Dalam diskusinya keharaman ujaran kebencian dibagi menjadi dua. Pertama haram karena ia merupakan kalimat yang buruk seperti kalimat adu domba, menggunjing orang lain, syukriyah, istiza’, buthan, fitnah dan seterusnya. Kalimat buruk seperti itu sudah dihukumi haram sejak semula.

Kedua, keharaman ujaran kebencian yang lain adalah haram karena penggunaannya. Misalnya kalimat baik yang diungkapkan dengan tujuan menimbulkan kegaduhan orang banyak. Para ulama juga menggaris bawahi bahwa kalimat baik sekalipun tidak dapat disampaikan dengan sembarang cara, namun harus disampaikan dengan cara yang baik pula.

Kesepakatan itu dipertegas oleh KH. Afiduddin Muhajir, ulama besar di kalangan NU yang hadir di dalam persidangan ini. “Islam mengharuskan menjaga kehormatan manusia. Islam melarang hal yang mencederai itu, misalnya dengan syahadatuddur (kesaksian palsu), qouluddur (kalimat palsu),” ujar Kiai Afiduddin dalam persidangan pembahasan masalah-masalah tematik (Bahtsul Masail Maudlu’iyah) yang digelar di pondok pesantren Darul Falah Pagutan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, 24/11/2017.

Bahtsul masail sendiri merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian keiatan yang ada di dalam kegiatan Munas NU yang digelar di Mataram, NTB yang dimulai pada 23 hingga 25 November 2017. Sebelumnya, Munas tahun ini dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan pada penutupannya nanti. Munas diharapkan akan menghasilkan sejumlah rekomenasi atas masalah kebangsaan di Indonesia.

 

Teks: Ahmad Rozali

Foto: Fatma

PARTNERSHIP