1. Artikel     →
  2. Ulama NU Dorong Pemerintah Buat…

Ulama NU Dorong Pemerintah Buat Aturan Hatespeech

MATARAM, WAHID FOUNDATION – Alim ulama NU mendorong pemerintah untuk segera membuat peraturan perundang-undangan yang mengatur masalah ujaran kebencian atau hate speech. Dorongan tersebut dikarenakan banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh masalah-masalah yang timbul akibat maraknya ujaran kebencian, terlebih di ruang dunia maya khususnya media sosial.

Para ulama menilai banyaknya masalah yang diakibatkan oleh ujaran kebencian telah menyukupi syarat untuk mengangkat status hukum hate speech dari hanya “maksiyat” menjadi “jarimah”. Perbedaan dua status tersebut adalah sebagai berikut: maksiyat adalah kesalahan yang tidak berkonsekuensi pada hukum atau takzir. Sementara kesalahan yang berstatus jarimah boleh atau harus dijatuhi hukuman atau takzirWalhasil, jika hate speech dihukumi sebagai jarimah maka harus ada hukuman yang dikenakan pada pelakunya.

“Kita mendorong pemerintah agar membuat aturan yang mengatur ujaran kebencian. Bisa saja (ujaran kebencian) tidak berupa lisan (kalimat atau perkataan) tapi juga kalimatul yadi (menulis atau mengetik),” ujar KH. Afifuddin Muhajir, ulama besar di kalangan NU di kawasan persidangan pembahasan masalah-masalah tematik (Bahtsul Masail Maudlu’iyah) yang digelar di pondok pesantren Darul Falah Pagutan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, 24/11/2017.

Tidak adanya aturan tersebut dinilai menjadi penyebab kegaduhan di kalangan masyarakat dunia maya yang kerap terganggu oleh ujaran kebencian. Terutama saat agama bersinggungan dengan situasi tertentu seperti era politik.

Dalam persidangan itu secara tegas ratusan ulama NU mengeluarkan fatwa bahwa haram atas perilaku ujaran kebencian. Sebab ujaran kebencian dianggap bertentangan dengan nilai Islam yang menganjurkan umatnya untuk menjaga harkat dan martabat sesama manusia.

Keharaman ujaran kebencian bersifat mutlak walaupun ujaran kebencian ini digunakan, bahkan, dalam rangka menyebarkan kebaikan atau berdakwah. Dalam diskusinya keharaman ujaran kebencian dibagi menjadi dua. Pertama haram karena ia merupakan kalimat yang buruk seperti kalimat adu domba, menggunjing orang lain, syukriyah, istiza’, buthan, fitnah dan seterusnya. Kalimat buruk seperti itu sudah dihukumi haram sejak semula.

Kedua, keharaman ujaran kebencian yang lain adalah haram karena penggunaannya. Misalnya kalimat baik yang diungkapkan dengan tujuan menimbulkan kegaduhan orang banyak. Para ulama juga menggaris bawahi bahwa kalimat baik sekalipun tidak dapat disampaikan dengan sembarang cara, namun harus disampaikan dengan cara yang baik pula.

 

Teks: Ahmad Rozali

Foto: Fatma

PARTNERSHIP