1. Artikel     →
  2. Ujaran Kebencian Dibahas dalam Munas…

Ujaran Kebencian Dibahas dalam Munas dan Konbes NU 2017  

 

MATARAM, WAHID FOUNDATION – Sebagai salah satu masalah terbesar di era digital, isu ujaran kebencian atau hate speech mendapat perhatian serius dari organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama. Sehingga isu ini menjadi salah satu fokus persoalan yang disoroti dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama NU di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, 24/11/2017.

Dalam diskusi persidangan komisi yang membahasan masalah-masalah tematik (Bahtsul Masail Maudlu’iyah) yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Lombok, ujaran kebencian dianggap serupa dengan namimah, ghibah, syukriyah, istiza’, buthan, dan fitnah.

Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah ini selain membahas ujaran kebencian, juga membahas hal lain yakni konsep fiqih mengenai penyandang disabilitas, konsep distribusi lahan atau aset, konsep amil dalam negara modern dalam fiqh, konsep taqrir jam’i, dan konsep ilhaqul masail binazariha.

Dalam komisi ini sendiri, terdapat sekitar seratus alim ulama yang mengikuti bahtsul masail sejak pukul 09.00 WIT. Yang menarik adalah berkumpulnya ulama laki-laki dan perempuan dalam membahas sejumlah isu di dalam masalah ini. Jika diperhatikan terdapat 20 persen peserta bahtsul masail perempuan di dalam forum ini.

Bahtsul masail sendiri merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian keiatan yang ada di dalam kegiatan Munas NU yang digelar di Mataram, NTB yang dimulai pada 23 hingga 25 November 2017. Sebelumnya, Munas tahun ini dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan pada penutupannya nanti, direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf kalla. Munas diharapkan akan menghasilkan sejumlah rekomendasi atas masalah kebangsaan di Indonesia.

 

Teks: Ahmad Rozali

Foto: Fatma

PARTNERSHIP