1. Publikasi     →
  2. Intoleransi dan Radikalisme di Kalangan…

Intoleransi dan Radikalisme di Kalangan Perempuan, Riset Lima Wilayah: Bogor, Depok, Solo Raya, Malang dan Sumenep

Tulisan ini merupakan ringkasan laporan hasil Riset Mendalam tentang Potensi Intoleransi dan Radikalisme di Kalangan Perempuan di Lima Wilayah yang dilaksanakan Wahid Foundation (WF) bekerjasama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) atas dukungan UN Women.

Riset diselenggarakan pada September-November 2017 dan bertujuan untuk menjawab empat pertanyaan pokok: bagaimana kebijakan-kebijakan di tingkat nasional dan lokal yang mendukung atau tidak mendukung peran perempuan dalam mencegah ekstremisme? Bagaimana peta umum jejaring aktor dan kelompok perempuan intoleran dan radikal di masing-masing wilayah penelitian? Apa saja faktor-faktor kunci yang mendorong keterlibatan perempuan dalam ektremisme sekaligus upaya pencegahannya? Bagaimana inisiasi dan usaha-usaha pencegahan yang dilakukan aktor-aktor dan komunitas-komunitas lokal, termasuk kegiatan ekonomi, berikut dampaknya.

 

Wilayah riset yang dipilih adalah Kota Depok dan Kota dan Kabupaten Bogor untuk Jawa Barat, Solo Raya (Kota Solo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sukoharjo) untuk Jawa Tengah, Kota dan Kabupaten Malang termasuk daerah Batu, dan Kabupaten Sumenep untuk Jawa Timur.

Selain pertimbangan berkembangnya kasus-kasus intoleransi dan radikalisme, wilayah-wilayah tersebut juga merupakan daerah sasaran program WISE (Women Participation for Inclusive Society), salah satu program intervensi Wahid Foundation yang ditujukan untuk mencegah intoleransi dan radikalisme di kalangan perempuan dan kelompok rentan. Riset ini menemukan enam temuan utama. Salah satunya, bahwa “titik jenuh” merupakan faktor pendorong radikalisme yang umum ditemukan dalam riset, khususnya di kalangan gerakan radikal. Selanjutnya unduh di sini

 

Dokumen lengkap, sila unduh di sini

PARTNERSHIP