1. Publikasi     →
  2. Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme…

Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan

Perkembangan kelompok radikal dan intoleran di Indonesia sejatinya telah lama menjadi perhatian Almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pendiri Wahid Foundation. Gus Dur, dalam banyak tulisan maupun sikapnya, punya keprihatinan mendalam atas terjadinya kekerasan yang mengatasnamakan agama. Dalam sekumpulan tulisan berjudul Islamku, Islam anda, Islam Kita, Gus Dur menulis “Apa pun bentuk dan sebab tindak kekerasan dan terorisme, seluruhnya bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah, termasuk oleh para pelaku kekerasan dan terorisme yang mengatasnamakan Islam.” Bagi Gus Dur, Islam adalah agama hukum, karenanya setiap sengketa seharusnya diselesaikan berdasarkan hukum, tidak menggunakan hukum rimba. Dengan demikian Islam adalah “agama kedamaian” bukannya “agama kekerasan” (Wahid, 2011).

Dalam “Masalah Segregasi Agama”, Gus Dur menyuguhkan tawaran bagaimana seharusnya pemerintah mengatasi kelompok-kelompok militan. Gus Dur meyakinkan bahwa langkah terbaik tak lain menggandeng organisasi keagamaan dalam menggerakan pencegahan. Sebab organisasi-organisasi tersebut telah memiliki infrastruktur hingga kalangan akar rumput. Pilihan kerjasama itupun, menurutnya, berimplikasi pada bagaimana pemerintah meletakan urusan-urusan keagamaan (Wahid, 1999).

Tulisan ini merupakan hasil dari rangkaian diskusi ahli yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation pada 09 November 2017 dengan tema “ Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan.” Tulisan yang dianggit Muhammad Nurul Huda ini mengemukakan bahwa setidaknya ada dua faktor pokok yang menurut Gus Dur berperan menyumbang pengembangbiakan Radikalisme. Pertama, pemahaman keislaman yang dangkal, dan selanjutnya persepsi mengenai ketidakadilan dan tirani oleh negara-negara Barat.   

 

Dokumen lengkap, sila unduh di sini

PARTNERSHIP