1. Publikasi     →
  2. Buku Pedoman Dakwah Islam

Buku Pedoman Dakwah Islam

Seiring dengan perjalanan waktu, makna dakwah mulai mengalami pergeseran. Dakwah lebih ditekankan kepada upaya untuk membangun motivasi dibandingkan menebarkan larangan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang ajaran agama.

Dakwah yang semula dimaknakan sebagai ajakan, dalam perjalanannya telah berubah menjadi di’ayah (propaganda). Tentu saja, terdapat perbedaan makna yang sangat jauh di antara keduanya. Dakwah, dalam bentuk di’ayah ini, yang kemudian mendominasi ruang publik Tanah Air belakangan ini. Mimbar-mimbar dakwah di masjid, musalla atau tabligh akbar, lebih menekankan kepada ajakan untuk mendukung usaha yang dilakukan oleh pendakwah, termasuk juga gerakan politik yang sedang dilakukan pendakwah. Jika pada masa lalu, dakwah lebih diarahkan kepada mengembalikan orientasi pemahaman umat kepada al-akhlak al-Karimah, maka pada masa kini dakwah diarahkan kepada upaya membangun dukungan di dalam mengkritik pemerintah.

Sementara itu, di sisi lain, dakwah yang bernuansa di’ayah menggiring opini khalayak untuk memusuhi keragaman pemikiran yang telah lama berkembang di masyarakat. Akibatnya, dakwah pun tidak lagi menjadi forum untuk memunculkan solusi yang membuat lega banyak pihak. Dakwah seperti kehilangan elannya sebagai upaya untuk memunculkan uswatun hasanah.

Buku ini ditulis sebagai jawaban atas keprihatian atas bergesernya pemaknaan terhadap makna dakwah tersebut. Dari pengalaman yang ditemui di lapangan, tidak banyak mubalig atau dai di tingkat lokal yang memahami akar masalah dari carut marut dakwah tersebut. Bahkan masih banyak mubalig, dai dan guru agama yang tidak mengetahui bagaimana radikalisme itu terbangun melalui dakwah.

Materi-materi yang ditulis di dalam buku ini, berasal dari hasil penelusuran penulis terhadap pemikiran-pemikiran yang berkembang di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang ditengarai terperosok ke dalam jerat radikalisme. Dari riset kecil yang dilakukan penulis, diketahui bahwa beberapa materi yang disajikan kepada kalangan pelajar dan mahasiswa itu telah mendorong mereka untuk memasuki pintu radikalisme yang kini dianggap sebagai bagian dari malapetaka kemanusiaan. 

Buku dapat diunduh di sini

PARTNERSHIP