Struktur Organisasi

Direktur

buyennyshortbio

Yenny Wahid

Yenny Wahid, putri kedua dari K.H. Abdurrahman Wahid, adalah mantan wartawan surat kabar Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age. Yenny merupakan lulusan Universitas Harvard Kennedy School of Government, dengan gelar master dalam Administrasi Publik. Pada tahun 20016, ia diangkat sebagai anggota staf khusus Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono untuk bidang komunikasi politik, sebelum meninggalkan posisi itu setahun kemudian untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya dengan masyarakat akar rumput. Pada tahun 2009 ia dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Young Global Leaders oleh World Economic Forum, bersama dengan orang-orang seperti Tiger Woods dan Mark Zuckenberg. Saat ini, Yenny menjadi pemimpin Global Council on Faith. 

Direktur Eksekutif 

mujtabashortbio

Mujtaba Hamdi

Direktur Eksekutif di Wahid Foundation. Kesehariannya juga diselingi sebagai dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), mengajar Sosiologi. Mujtaba memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam isu kebebasan berekspresi dan pluralisme, keadilan sosio-ekologi, akses terhadap media dan informasi, dan partisipasi dalam pemerintahan. Pada tahun 2001-2007, Mujtaba yang juga salah satu pendiri, aktif sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) dan penulis Syir’ah, sebuah majalah bulanan yang membahas isu keragaman dan masalah keanekaragaman melalui lensa toleransi dan keterbukaan.

Antara tahun 2007-2008, ia bekerja sama dengan Desantara, LSM nasional, untuk melakukan riset, advokasi, dan kampanye untuk keanekaragaman budaya, tradisi daerah, dan minoritas. Pada tahun 2008-2010, ia mendukung kampanye strategis untuk korban bencana alam Lapindo melalui terbentuknya Kanal Newsroom, yang beroperasi memfasilitasi menyuarakan hak para korban  agar terdengar di kancah nasional maupun internasional.

Sebelum bergabung dengan Wahid Foundation, Mujtaba bekerja sebagai Direktur Eksekutif MediaLink, LSM nasional yang fokus pada isu kesetaraan akses media dan informasi. Mujtaba memiliki banyak pengalaman bekerja dalam lembaga pemerintah, regional dan internasional, seperti Southeast Asia Press Alliance (SEAPA), Open Government Partnership (OGP) dan 16 Sustainable Development Goals (SDGs). Sekitar tahun 2017-2018, ia menduduki posisi anggota eksekutif CSO Strategic Coordination Team for the Open Government Indonesia (OGI). Mujtaba mempunyai gelar S2 dalam antropologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.

Pengembangan Program

visnashortbio

Visna Vulovik

Visna memiliki pengalaman selama 10 tahun dalam mengembangkan program pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan dan isu transformasi konflik. Ia berperan sebagai spesialis penyelenggaraan program di Wahid Foundation saat ini. Sejak tahun 2013, ia telah mengembangkan program advokasi mendukung aksi di akar rumput. Ia pun aktif dalam mengembangkan program RJPMN untuk pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan. Program ini dibuat atas permintaan Pemerintah Indonesia melalui Kemenkopolhukam.

Visna berhasil menginisiasi Desa Damai di tiga pronvisi di Indonesia. Desa Damai ini mendorong komunitas-komunitas untuk membuat sistem peringatan dini mendekteksi potensi intoleransi dan radikalisme di komunitasnya. Visna terus melakukan inovasi pada pekerjaannya, salah satunya dengan menggunakan teknologi untuk menyebar narasi toleran melalui platform Google.

Pada tahun 2017, dia menjadi salah satu Leadership Fellow Indonesia dalam program pertukaran profesional (IVLP) di bawah Kementerian Luar Negeri AS. Visna juga menjadi perwakilan Wahid Foundation yang menjadi anggota aktif South East Asia Network –CSO (SEAN CSO) dalam hal pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang diadakan oleh Universitas Deakin. Baru-baru ini, proyeknya menjadi

Manajer Program

alamsyahshortbio

Alamsyah M. Dja'far

Alamsyah M. Djafar, Manajer Program di Wahid Foundation. Selama hampir 10 setahun, ia telah terlibat dalam pengerjaan isu kebebasan beragama dan mengadvokasi hak minoritas komunitas beragama di Indonesia. Alam, memimpin tim Wahid Foundation dalam mempublikasikan laporan tahunan mengenai Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia. Sejak 2015, ia fokus terhadap riset pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terlibat dalam pengembangan komunitas. Ia telah mempublikasikan banyak artikel di pelbagai media dan menulis buku mengenai kebebasan beragama dan ekstrimisme berbasis kekerasan di Indonesia. Melalui Wahid Foundation, Alam telah mempromosikan toleransi beragama secara aktif dalam lingkup regional maupun internasional.

Manajer Keuangan 

edyshortbio

Edy Suranta Sebayang 

Edy Suranta Sebayang, lebih dari 11 tahun memiliki pengalaman manajemen keuangan di berbagai NGO internasional. Selama masa kerja itu, ia memperoleh pelbagai pengalaman kerja, manajemen dan pelaporan keuangan dana Donor internasional untuk program berskala besar dengan sistem akunting yang kompleks. Pada tahun 2006, ia menjadi Manajer Senior Keuangan di delegasi Palang Merah Kanada (CRC) di Indonesia untuk program pemulihan bencana tsunami di Propinsi Aceh dan pulau Nias yang didanai oleh pemerintah Kananda (CIDA). Di pertengahan tahun 2009, ia menjadi Manajer Keuangan dan Administrasi di Lutheran World Relief (LWR) Indonesia. Selain itu, pada tahun pertengahan tahun 2010 hingga 2016, ia bekerja sebagai Manajer Senior Keuangan di Swisscontact Indonesia untuk program kakao berkelanjutan (SCPP) yang didanai oleh World Bank, SECO, IDH, MCA-US GOV, IFAD, dan beberapa perusahaan swasta. Sejak Oktober 2018, Edy bekerja sebagai Manajer Keuangan di Wahid Foundation.

Manajer SDM

diahshortbio

Diah Rahmawati

Akrab disapa Diah, saat ini merupakan HRGA Manager Wahid Foundation yang bergabung sejak Februari 2019.  Perempuan anggun berkacamata ini, sudah memiliki pengalaman kerja sebagai HRGA pada Yayasan Studi Hukum & Kebijakan Indonesia yang menaungi PSHK dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera. Sebagai seorang HRGA, Diah bertanggung jawab mengelola kegiatan yang berkaitan dengan SDM secara umum dan juga memastikan kegiatan operasional kantor terpenuhi sesuai dengan standar

Senior Finance Officer 

Sri Handayani

Sri Handayani. Lahir di Jakarta. Memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi di Universitas Mercu Buana pada tahun 2012. Bergabung dengan Wahid Foundation pada bagian keuangan.Media & Camapign Senior Officer

 

Senior Officer Media dan Kampanye

kholisshortbio

Siti Kholisoh

Siti Kholisoh merupakan senior officer Media dan Kampanye Wahid Foundation. Selama kurang lebih 10 Tahun ini ia aktif di berbagai aktivitas kampanye Islam damai dan toleransi melalui jaringan pesantren dan organisasi keagamaan. Mengawali karir di Wahid Foundation sejak 2013 sebagai sekretaris dan general affairs secara aktif membantu pelaksanaan manajerial operasional di Wahid Foundation. Tahun 2016, Olis bertanggung jawab dalam advokasi program PRIORITAS (Promoting Religious Tolerance Through Civil Society) kerjasama Wahid Foundation dan AIPJ. Pada tahun 2018, ia baru saja mendapatkan beasiswa Shortcourse Australia Awards untuk Multifaith Women Leadership di Deakin University. Selama beberapa tahun ini Olis juga aktif menjadi inisiator beberapa program kampanye media Islam bekerjasama dengan berbagai jaringan media Islam Moderat diantaranya Iktikaf Ramadhan, Muslimah for Change, Hijabers Talk, Islam for Bussy People, dan Sekolah Damai. 

Capacity Building Officer

apridashortbio

Aprida Sondang 

Aprida Sondang memperoleh gelar sarjana dari jurusan Psikologi, Universitas Indonesia. Setelah mengeksplorasi sektor swasta sekaligus sektor sosial lewat kegiatan sukarelawan, ia memutuskan untuk mendalami ketertarikannya di sektor pembangunan sosial. Ia bergabung dengan KOMPAK – Governance for Growth pada tahun 2015, sebuah program pembangunan di bawah DFAT untuk mendukung program pemerintah Indonesia seperti pengentasan kemiskinan yang diamanatkan dalam RPJMN. Ia pun terlibat dalam organisasi kepemudaan Gerakan Mari Berbagai (GMB) dan  menjadi delegasi Homestay Leadership Program di Australia. Program ini mempromosikan nilai “hidup melampaui kepentingan diri sendiri” dan “berbagi dalam keberagaman”. Pada tahun 2015, Aprida terpilih menjadi salah satu penerima LPDP dan melanjutkan program S2-nya di Universitas Manchester untuk mendalami Psikologi Pendidikan.

Policiy & Research Officer

libasshortbio

Libasut Taqwa

Lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Memeroleh gelar sarjana dari Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. Pada 2017, menyelesaikan program pascasarjana Kajian politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah pada Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia. Sejak 2017, bergabung dengan Wahid Foundation di bidang riset dan kebijakan. Bisa dihubungi melalui email; libasut.taqwa281@gmail.com.

Officer Media & Kampanye

davidashortbio

Davida Ruston Khusen

Lajang kelahiran Jember, 27 tahun silam adalah officer Media dan Kampanye Wahid Foundation sejak pertengahan Agustus 2018 lalu. Sebelumnya, David sapaan hangatnya, telah menggeluti dunia jurnalistik. Aktif sebagai redaktur Majalah Aula tahun 2012-2015 dan pewarta di pasarkita.com portal berita online anak usaha SBO TV Surabaya. Selain sibuk bekerja, David sedang menempuh pendidikan masternya di Pascasarjana Universitas Indonesia.  

Graphic Designer & Creative Officer

rifkyshortbio

Mohammad Rifky Fadly Akbar

Rifki bekerja di Wahid Foundation sebagai graphic designer & creative. Bergabung dalam tim media dan kampanye untuk membantu dalam hal visualisasi konten medial sosial atau kebutuhan lembaga. Pendidikan S1 Desain Komunikasi Visual dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti.

Procurement Officer

devishortbio

Devi Elsa Pratiwi

Devi Elsa Pratiwi, 30 April 1992, Bondowoso - Jawa Timur. Inisiator & Presiden SICT, Komunitas Kemasyarakatan (Sosial, Kemanusiaan, Pendidikan, dan Pengembangan SDM). 2017, menginisiasi Jahitan Ibu Galeri sebagai kewirausahaan sosial SICT, alternatif solusi sumber dana SICT dan pemberdayaan ekonomi mandiri pada ibu rumah tangga. Lulusan Psikologi Universitas Paramadina, Jakarta - program Paramadina Fellowship 2012, Paramadina Benny Subianto Fellow. Memulai karir bekerja di Jakarta sebagai guru les privat bagi anak dengan ADHD dan detardasi mental sejak 2013. Freelancer di bidang Jurnalis, Penelitian, Penelitian dan Kebijakan, Konsultan Psikologi, NGO, dan beberapa program Kementerian RI. Magang HRM Blue Bird Group tahun 2016. Staf HRM Recruitment, Selection, & Training Development ASTEL Group (PT. Aneka Spring Telekomindo) 2016 - 2017. Pembicara seminar dan konferensi salah satunya di Youth Conference: Empowering Young People to Create Positive Change bagi Pelajar SMA/Sederajat se-Sumatera Selatan, di SMAN Sumatera Selatan, Palembang 17 April 2017.

Mulai bergabung sebagai freelancer beberapa kegiatan program Wahid Foundation pada akhir 2017 - 2018. Sejak 12 Desember 2018, bergabung sebagai Grant & Procurement Officer Wahid Foundation. Devi stand with attitude, integrity, honestly, professional, and detail oriented.

Finance Officer 

dessyshortbio

Dessy Puspita Sari

Dessy Puspita Sari, kelahiran Bogor 1994 adalah anak sulung dari dua bersaudara.  Awal mula bergabung dengan Wahid Foundation pada pertengahan September 2017 sebagai Field Finance Depok-Bogor  kemudian pada Oktober 2017 hingga saat ini, Dessy menjadi bagian tim Operasional Wahid Foundation dan berperan sebagai Finance Staff. Tanggung jawabnya sebagai Finance adalah memastikan laporan keuangan sesuai dengan SAK. Latar belakang pendidikan Akuntansi yang telah ditempuh sangat mendukungnya dalam berprofesi di bidang Finance and Accounting. Sebelum bergabung dengan Wahid Foundation, Dessy pernah bekerja sebagai auditor di salah satu KAP di Jakarta tahun 2015-2017.

PARTNERSHIP