1. Artikel     →
  2. Yenny Wahid: Presiden Afganistan sangat…

Yenny Wahid: Presiden Afganistan sangat Mengenal Indonesia

WAHID FOUNDATION, JAKARTA – Direktur Wahid Foundation mengungkapkan bahwa Presiden Afganistan Ashraf Ghani memiliki kenangan spesial mengenai presiden pertama Indonesia. Sang proklamator, di mata presiden Ghani merupakan sosok yang tidak asing, bahkan dikaguminya. Sebab semasa kecil, ia pernah ikut menyambut kehadiran presiden Sukarno yang kala itu datang berkunjung ke Afganistan.

Kenangan masa kecilnya itu tentang sosok Sukarno yang masih membekas hingga saat ini. Kenangan itu diungkapkan presiden Ghani pada kunjungan kenegaraannya ke Indonesia kali ini.

"Ketika Presiden Ghani masih kecil dia ikut baris menyambut Presiden Sukarno saat Presiden Soekarno berkunjung ke sana. Jadi ada nostalgia pribadi, ada perasaan keterikatan secara pribadi yang dirasakan oleh Presiden Ghani," kata Yenny Wahid usai ikut serta dalam pertemuan dengan Ghani di Masjid Istiqlal, Kamis 6 April 2017.

Di samping itu, Yenny mengatakan bahwa Presiden Ghani merasa takjub akan kemampuan Indonesia menjaga kerukunan di tengah-tengah banyaknya perbedaan bahasa, budaya hidup dan agama di tanah air dengan tetap mengutamakan persatuan dari pada konflik.

Presiden Ghani, kata Yenny, berkeyakinan bahwa Indonesia memiliki persyaratan yang dibutuhakn untuk menjadi kekuatan baru di dunia sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Soekarno semasa membangun kekuatan non-block di saat perang dingin berlangsung.

"Beliau (presiden Ghani) mengakui bahwa Indonesia punya kekuatan untuk mengumpulkan tokoh-tokoh dunia untuk menciptakan poros kekuatan dunia,"jelas Yenny.

Senada dengan Yenny, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasarudin Umar yang ikut berdiskusi dengan Ghani menilai, Presiden Ghani begitu mengenal Indonesia. Ia tahu baanyak mengenai seluk beluk Indonesia, bahkan mengenai sejarah Masjid Istiqlal. "Presiden Afghanistan ini tahu persis sejarahnya Istiqlal, Bandung, dan segala macam," jelas dia.

Nasarudin menyebut bahwa presiden Ghani menganggap Afganistan dan Indonesia merupakan sepasang saudara. Hal itu juga dikarenakan peran afganistan pada sejarah kemerdekaan Indoenesia. "Afghanistan merupakan negara yang pertama mengakui kemerdekaan RI,"ujarnya.

Presiden Ghani juga berharap Indonesia terus menjaga tren positif dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang stabil di bidang politik, ekonomi, dan keamanan. Keberhasilan ini dianggap bisa menjadikan Indonesia sebagai.

Hal ini karena sebagai calon poros global bisa jadi kondisi dunia dan kawasan di masa mendatang bergantung dengan keadaan internal RI.

"Kalau di Indonesia itu aman dan baik maka Asia Tenggara juga akan bagus dan kalau Indonesia sukses maka dunia Islam juga sukses. Dan kalau indonesia sukses maka dunia Islam ini juga sukses," paparnya.

Pada Kamis lalu, Presiden Ghani bertemu sejumlah tokoh Islam. Selain Yenny Wahid dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, ada pula sejumlah tokoh Islam lain sperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin dan Ketua Umum Pengurus besar nahdhatul Ulama Said Aqil Siradj. Pertemuan ini berlangsung selama setengah jam dan diakhiri dengan sholat Maghrib berjamaah.

Recource: berbagai sumber

Rozali

 

 

PARTNERSHIP