1. Artikel     →
  2. Wahid Foundation Perdalam Kemampuan Kreasi…

Wahid Foundation Perdalam Kemampuan Kreasi Pemuda Poso

Wahid Foundation, Poso – Di era yang terbuka seperti era digital saat ini, menjadi wartawan, potografer, video maker atau Nitizen Jurnalism pada dasarnya merupakan hal yang cukup mudah. Ditambah dengan maraknya platform-platform media sosial, semua orang dapat menyampaikan idenya.

Hal ini disampaikan oleh Neni Muhidin ketika menjadi salah seorang narasumber pada workshop menulis yang dilaksanakan oleh Wahid Foundation di Poso, Selasa 6 Juni 2017.

Selaku penulis yang aktif menulis baik dalam bentuk tulisan kolom maupun cerita fiksi, Neni menambahkan bahwa content dari sebuah tulisan harus memenuhi etika penulisan sebagai filter, dengan tetap memperhatikan aspek kreatifitas dan kemerdekaan ide.

Pembicara kedua, Saifullah Mechta yang merupakan seorang pembuat film yang pernah menjadi kontributor salah satu televisi swasta wilayah Poso menyampaikan point penting dalam penyampaian pesan secara visual yaitu: “Leading, isi, ending”. Menurutnya, ketiga hal itu merupakan hal pokok yang mesti menjadi perhatian oleh seorang yang hendak membuat video.

Sebanyak 12 orang para alumni pelatihan content creator yang dilaksanakan oleh Wahid Foundation pada akhir April di kawasan Ciloto Puncak Jawa Barat menjadi peserta dari program pendampingan tehnis ini bersama dengan finalis lainnya yang tidak sempat mengikuti pelatihan tersebut karena keterbatasan kuota.

Para peserta yang memiliki skill yang berbeda-beda, diharapkan dapat memaksimalkan kampanye toleransi di media sosial dan media online baik secara personal maupun sebagai sebuah tim, yang memiliki keresahan yang sama atas fenomena derasnya gelombang kebencian saat ini.

Antusiasme peserta yang begitu tinggi terlihat dalam sesi tanya jawab yang terjadi di sepanjang sesi setelah presentasi. Gunawan misalnya, salah satu peserta yang menanyakan manfaat feedback dalam bentuk komentar dari sebuah karya baik positif ataupun negatif, yang lahir dari setiap karya yang telah dipublish.

Ia mengingatkan pentingnya sebuah perencanaan pembuatan karya dalam menyusun karya secara bersama dalam melakukan kampanye damai dan toleransi dengan memproduksi beberapa content baik dalam bentuk tulisan, meme, maupun video pendek merupakan kunci keberhasilan.

Di akhir pertemuan, para peserta bersepakat untuk me-lonching beberapa content di media sosial pada pertengahan Juli 2017.

Penulis: Nurtahumil

Editor: Rozali

 

PARTNERSHIP