1. Artikel     →
  2. Wahid Foundation Goes to School…

Wahid Foundation Goes to School of Tasikmalaya

 

WAHID FOUNDATION, JAKARTA – Wahid Foundation bersama pemerintah kota Tasikmalaya yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya melakukan terobosan baru dalam melakukan kampanye toleransi dan pluralisme dengan membawa pesan perdamaian tersebut hingga ke tingkat siswa SMA dan SMK di kota Tasikmalaya.

Keduanya meyakini bahwa kampanye perdamaian tidak hanya perlu digalakkan di kalangan dunia orang dewasa saja. Akan tetapi dunia pelajar justeru lebih membutuhkan kampanye serupa untuk menghidari radikalisme di masa mendatang.

Kolaborasi keduanya menghasilkan program kampanye rutin bulanan di sekolah-sekolah setingkat SMA dan SMK se-kota Tasikmalaya. Kegiatan ini digelar pertama kali di halaman sekolah SMKN 2 Kota Tasikmalaya pada Jumat, 31 Maret lalu.

Acara pertama kita bertema Islam Rahmatan Lil Alamin mendapat sambutan yang cukup antusias dari semua pihak dan dihadiri kepala sekolah, guru-guru, staf pendidikan dan seluruh siswa kelas 3 SMKN II Kota Tasikmalaya,” ujar Fauz Noor, Perwakilan Wahid Foundation di Tasik Malaya melalui surat tertulisnya, Senin (3/4).

Kegiatan serupa direncanakan akan dilangsungkan di sekolah yang berbeda pada kesempatan selanjutnya. Kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi tingginya paham radikalisme di kalangan siswa, terutama di kota Tasikmalaya.

WF Goes To School of Tasikmalaya ini dilandasi oleh tingginya potensi radikalisme di kalangan siswa, khususnya pengurus Rohani Islam (Rohis). Angka yang mencuat dari hasil survei pada tahun 2016 menunjukkan bahwa Sebanyak 60% pengurus Rohis menyatakan siap berjihad saat ini juga, sementara 68% siap berjihad di masa depan. Temuan lain menunjukkan bahwa 37% pengurus Rohis meyakini bahwa Osama bin Laden telah mati syahid. Sebanyak 33% dari mereka menempatkan Amrozi cs sebagai contoh mujahid teladan, lalu 10% pengurus Rohis mendukung aksi pemboman yang terjadi di Kawasan Sarinah, Thamrin pada 2016 lalu, dan 6% dari mereka mendukung gerakan ISIS.

Kepala Sekolah SMKN II Kota Tasikmalaya, Dr. Wawan, MM dalam kesmpatan tersebut mengingatkan agar tidak salah dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan. Dia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus dimanfaatkan untuk kebaikan, bukan justeru merusak kemanusiaan.

Kalau ilmu yang kalian punya digunakan merakit bom, lalu membom orang-orang yang tak berdosa, mengebom negara yang sudah mencetak guru-guru kalian yang ilmunya kalian serap, maka kalian melakukan perbuatan yang dzolim dan sangat-sangat dzolim,” pungkas Dr. Wawan.

Penulis: Fauz Noor

Red: Ahmad Rozali

 

PARTNERSHIP