1. Articles     →
  2. Toleransi Warga Jawa Barat akan…

Toleransi Warga Jawa Barat akan Diuji oleh Pilkada

JAKARTA, WAHID FOUNDATION – Peneliti Senior Wahid Foundation yang juga merupakan anggota Ombudsman Indonesia Ahmad Suaedy mengungkapkan bahwa kebersamaan dan toleransi warga Jawa Barat akan diuji dalam Pilkada Jawa Barat mendatang. Kampanye menggunakan motif keagamaan yang terjadi pada pilkada DKI berpotensi besar terjadi juga di Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Hal ini dikarenakan keberhasilan kampanye motif keagamaan pada Pilkada DKI yang berhasil memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atas pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful hidayat. Keberhasilan tersebut menjadi bukti efektivitas kampanye model ini dan sekaligus berpotensi digunakan untuk digunakan kembali pada periode politik mendatang.

“Perpecahan antara agama dan kelompok keagamaan yang terjadi di Jakarta juga bisa terjadi di Jawa Barat ketika Pilkada nanti,” ujar Suaedy kepada wartawan di sela-sela Halaqah Nasional Pemenuhan Hak-Hak Kewarganegaraan di Hotel Swiss-Bellresidences Kalibata, Jakarta (3/5).

Mengaca dari Pilkada DKI Jakarta, Suaedy menunjukkan adanya peningkatan kasus intoleransi di Indonesia. Hal yang paling menjadi pembeda antara Pilkada kali ini dengan Pilkada sebelumnya adalah tingkat kerasnya konflik yang dihasilkan.

“Dalam Pilkada DKI 2017 kerusakan yang ditimbulkan oleh kampanye agama atau sektarianisme lebih dahsyat, sebab sampai merusak mekanisme sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia menyontohkan masjid dan musalla yang dalam konteks sosial menjadi intrumen sosial untuk pemersatu masyarakat, dalam Pilkada DKI menjadi ajang kampanye negatif yang merusak komponen kemasyarakatan hingga level paling rendah.

Perpecahan Harus Diantisipasi

Akan tetapi, Suaedy mengatakan bahwa ancaman tersebut dapat dihindari dengan melakukan kerja-kerja antisipatif dari berbagai elemen, termasuk masyarakat luas, misalnya dengan mengantisipasi adanya kampanye politik di dalam masjid dan musalla.

“Masjid harus diamankan. Masjid milik sendiri dijaga dan masjid kelompok lain dibantu untuk menjaga agar tidak digunakan untuk kampanye Pilkada,” ujarnya.

Hal itu diungkapkan Suaedy saat menjadi pembicara Halaqah Nasional Wahid Foundation yang dihadiri oleh puluhan tokoh umat Islam dan pemerintahan baik naisonal maupun lokal Jawa Barat, seperti Sukabumi, Kuningan, Cirebon dan Tasikmalaya.

Halaqoh kali ini akan membahas upaya semua pihak dalam mendukung pemerintah untuk pemenuhan hak-hak kewarganegaraan.  “Pemenuhan hak-hak kewarganegaraan bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan tugas negara, meski demikian hal ini perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat salah satunya tokoh agama. Sinergisitas antara tokoh agama dan pemerintah sangat penting dalam mengemban tugas ini,” ujar ketua panitia halaqah, Faiqoh.

Recent News

PARTNERSHIP