1. Articles     →
  2. Jurnalis Senior Malang Ajak Ibu-Ibu…

Jurnalis Senior Malang Ajak Ibu-Ibu Lawan Hoax

Malang – Jurnalis senior asal Malang, Eko Widianto, mengajak ibu-ibu untuk melawan sebaran berita-berita bohong atau biasa disebut hoax. Menurutnya, berita hoax tidak boleh dibiarkan menyebar, karenanya keberadaannya harus dilawan, yakni dengan menyediakan konten-konten tandingan yang positif dan bermanfaat.

Hal ini ia sampaikan saat berbicara di workshop Edukasi Jurnalisme Damai yang digelar oleh Wahid Foundation di hotel Santika Premiere Malang, hari ini, Rabu (17/01/18). Mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang periode 2012-2015 ini menyebut berita hoax memiliki efek buruk, apalagi dengan tingkat konsumsi media yang sangat tinggi, keberadaan berita hoax perlu dilawan.

“Saya pernah bertanya ke siswa, berapa jam dalam seminggu mereka online? Tahu nggak berapa? 70 jam seminggu!” ungkapnya.

Hal yang hampir sama juga diungkap oleh peserta, salah satu dari ibu-ibu yang menjadi peserta di workshop ini mengaku tidak bisa lepas dari media online. “Mulai melek (bangun tidur, red) langsung online,” akunya.

Terkait hoax, Eko menjelaskan bahwa konten hoax bersifat menyesatkan. Alih-alih mendapat informasi yang benar, orang yang membaca berita hoax justru akan tersesat dan kebingungan. Salah seorang peserta sempat menyatakan bahwa dirinya sudah apatis dengan jurnalis dan berita yang menyebar di media, karena kebanyaka dari berita yang ia terima, ditulis dengan gaya bahasa yang berlebihan dan kebenaran beritanya sangat diragukan.

Menanggapi ini, Eko menyampaikan perlunya bersifat selektif dan tegas. Selektif dalam memilih berita dan tegas untuk berhenti mengikuti pemberitaan yang dianggap meragukan tersebut. “Jika begitu, tidak usah dibaca saja beritanya. Nanti kan mereka (media) akan instropeksi kalau beritanya tidak laku,” jelas EKo.

Dalam konteks perdamaian, Eko mengatakan bahwa keterlibatan perempuan dalam upaya melawan hoax memiliki peranan yang sangat penting, terutama karena saat ini perempuan sudah mulai banyak yang aktif di social media.

“Kelompok perempuan justru sangat aktif di media, contohnya di grup-grup WA. Mereka juga sangat sering men-share link-link berita,” jelasnya. Karenanya, masih menurut Eko, workshop Edukasi Jurnalisme Damai yang dilakukan oleh Wahid Foundation ini penting dan sangat diperlukan.

 

Recent News

PARTNERSHIP