1. Artikel     →
  2. Dorong Kreatifitas Para Ibu, Mitra…

Dorong Kreatifitas Para Ibu, Mitra Wahid Foundation Tularkan Keterampilan Melukis Kain

Malang – Keterlibatan perempuan dalam medorong peningkatan ekonomi sudah tentu tidak perlu diragukan lagi, terlebih dengan kreatiftas dan keuletan yang dimiliki, perempuan jelas dapat memainkan peranan penting dalam upaya itu. Seperti yang dilakukan oleh DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Malang, menggandeng salah satu kelompok dampingan Wahid Foundation, KWACI (Karya Wanita Cinta Damai), DPMD menggelar pelatihan melukis kerudung yang diperuntukkan bagi kelompok UEE PP Taman Posyandu KENDEDES XIV kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang.

Pelatihan yang dilakukan pada Senin (12 Februari 2018) ini diikuti oleh kurang lebih 20 peserta dan bertempat di gedung Posyandu Kendedes XIV yang ada di komplek perumahan Griya Kartika Indah Puskopad, Candirenggo, Singosari. Trainer lukis kerudung yang didatangkan untuk pelatihan ini adalah Ning Wahyuni, anggota KWACI yang sudah menggeluti usaha lukis untuk kerudung, baju dan mukena. Sementara peserta pelatihan ini adalah para kader kesehatan di wilayah Candirenggo dan perwakilan dari RT masing-masing di wilayah RW. 14.

Menurut Ning, kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong kreatifitas para ibu, khususnya mereka yang selama ini menjadi ibu rumah tangga. “Keterampilan seni lukis yang diajarkan di pelatihan ini terbukti sangat bermanfaat, terlebih karena seni lukis dapat diaplikasikan ke berbagai obyek, mulai dari kerudung, mukena, taplak meja, sarung bantal, dan berbagai pernak-pernik rumah tangga lainnya,” terangnya.

Selain bisa digunakan untuk mempercantik perlengkapan rumah tangga, kemampuan seni lukis ini juga diharapkan dapat mendorong para ibu untuk berani berbisnis di bidang produk kreatif, khususnya di bidang produksi pernak-pernik.  

Harapannya adalah,dengan ketrampilan ini selain lebih mempercantik penampilan,juga bisa menambah pendapatan keluarga jika mereka mau membuat produk lukis yang layak untuk dipasarkan dengan design gambar yang disukai berbagai kalangan.

“Keterampilan ini jangan berhenti sampai di sini. Saya ingin para perempuan ini menghasilkan karya lukis yang berdaya jual, sehingga dengan begitu otomatis perekonomian mereka semakin kuat. Dengan penguatan di sisi ekonomi, saya harap bisa tercipta perdamaian, khususnya di lingkungan keluarga dan masyarakat pada umumnya,” lanjut Ning.

Pelatihan inipun diikuti peserta dengan antusiasme yang tinggi. Mereka ingin bisa terus mengasah keterampilan lukisnya, tidak hanya di dalam pelatihan tetapi juga di rumah. Setelah pelatihan selesai, banyak dari peserta yang memesan cat tekstil khusus untuk lukis kain. Menurut mereka, melukis bisa digunakan untuk melatih kesabaran, karena untuk melakukannya diperlukan ketenangan pikiran.

“Waduh, kalau tangan saya sudah tremor, tapi bismillah, saya pasti bisa,” ujar ibu Rully, salah seorang peserta yang sudah berusia 55 tahun.

 

PARTNERSHIP