Artikel

22 November 2018 | 06.47 WIB

Catatan Workshop Indikator dan Kebijakan Sekolah Damai

Hafizen* Hari Pertama Jumat, 16 November 2018, bertempat di hotel Harris Tebet Jakarta Selatan, Wahid Foundation melaksanakan Workshop Indikator Sekolah Damai. Kegiatan yang diikuti 20 kepala sekolah dari empat provinsi ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan  negeri… | Selengkapnya

19 November 2018 | 13.56 WIB

Perda Bernuansa Agama dan Masa Depan Demokrasi Indonesia, Sebuah Sketsa

Ahmad Suaedy* Hadirnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) bernuansa agama sejak demokratisasi dan desentralisasi Indonesia paka Orde Baru telah membetot perhatian banyak kalangan. Sebagian besar mengkhawatirkan bahwa fenomena ini akan menjadi titik balik bagi demokratisasi, yaitu munculnya benih-benih diskriminasi dan pengabaian kesataraan semua warga negara di… | Selengkapnya

02 November 2018 | 14.00 WIB

Membangun Budaya Damai Mulai dari Sekolah

Beragam spanduk bertema perdamaian menyambut kedatangan kami pagi itu (2 Mei 2018) di SMA negeri 1 Sugihwaras. Salah satu spanduk bertuliskan “Sekolah Damai, Menjunjung Tinggi Kedamaian, Menghargai Perbedaan dan Menjaga Ikatan Persaudaraan di antara Sesama Pelajar”. Di Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini, SMA Negeri… | Selengkapnya

11 Februari 2018 | 15.53 WIB

Wahid Foundation Dorong Perempuan Kembangkan Bisnis di Media Sosial

Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) di La Piazza, Gandaria City, Jakarta Minggu, 11 Februari 2018 dimeriahkan dengan talk show tentang Sosial Media dan Women Peace-Preneurship. Acara yang dimoderatori Sandra Nahdar (pemerhati perubahan sosial) itu menampilkan Founder Du’anyam Azelia Ayuningtyas dan Food Photographer Alexandro Ruby… | Selengkapnya

30 Januari 2018 | 22.42 WIB

Perempuan dan Pendidikan Anti Kekerasan

DAVIDA RUSTON KHUSEN   Tercengang saya membaca judul berita pagi itu, seolah tiada hentinya negeri ini berkelit dengan kekerasan. “Detik-Detik Terkuaknya Kasus SPG Dimutilasi dan Dibakar Suaminya”.   Saya membacanya dengan getir, “dimutilasi-dibakar” dan pelakunya adalah suaminya sendiri. Kadang naluri kewarasan kita tak mampu mencerna… | Selengkapnya

29 Januari 2018 | 16.20 WIB

Berbisnis Untuk Merdeka di "Pasar Kita"

SRI SULISTIYANI   Tujuh belas tahun kami Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember membuka layanan konsultasi untuk para perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Banyak kasus pahit, getir, satir hingga memporak porandakan kehidupan perempuan diungkap dan terus diupayakan solusinya. Ada suami memukuli istri dan anak,… | Selengkapnya

29 Januari 2018 | 16.09 WIB

Perempuan Berdaya, Pendidikan Perdamaian Tercipta

SEPTIANA TRIUTAMI   Dari  banyak refensi yang pernah saya jumpai, baik buku, internet dan sosmed (media social) menuliskan berbagai makna tentang perempuan. Semua maknanya beda-beda ya, tapi bisa saya simpulkan bahwa perempuan itu makluk ciptaan Tuhan yang lemah lembut, penuh kasih sayang dan memiliki aktivitas… | Selengkapnya

29 Januari 2018 | 04.08 WIB

Peluncuran Survei Nasional Potensi Toleransi Sosial Keagamaan di Kalangan Perempuan Muslim di Indonesia

Jakarta, Indonesia – Perempuan Indonesia memiliki potensi menjadi agen perdamaian. Dimana di Indonesia, 80,7% perempuan mendukung hak kebebasan menjalankan ajaran agama dan atau keyakinan. Disamping itu, perempuan (80,8%) lebih tidak bersedia radikal dibanding laki-laki (76,7%) dan perempuan yang intoleran (55%) lebih sedikit dibanding laki-laki (59,2%).… | Selengkapnya

24 Januari 2018 | 01.51 WIB

Pembaca Instan dan Terorisme

MILASTRI MUZAKKAR Beberapa waktu lalu, untuk kedua kalinya saya kembali mengunjungi R (deportan remaja yang baru dideportasi dari Turki sebulan sebelumnya) di rumahnya, di salah satu desa di Kabupaten Tangerang, Banten. Sambil mencicipi kue-kue yang dihindangkan ibunya, dengan suasana santai saya menggali lagi apa dan… | Selengkapnya

PARTNERSHIP